Tampilkan postingan dengan label strategi marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label strategi marketing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2009

DBL mengelola potensi lokal rasa global

sudah pernah melihat event basket DBL? kalau belum anda rugi. Kebetulan beberapa kali saya sudah melihat di malang dan surabaya. Kecerdikan JawaPos dalam hal ini patut di acungi jempol. Bagaimana membidik anak muda untuk mensurvivekan bisnis koran dan malah menghasilkan lini bisnis baru.

Dalam beberapa tulisan memang disebutkan masa depan koran cetak yang makin tergilas media online dan hal itu di jawab oleh JawaPos dengan membidik segmen anak muda. Di sini sisi cerdiknya. Pertama, anak muda merupakan julah yang besar dan malas membaca koran. Kedua, jika mereka di edukasi sejak dini maka dapat menjadi pelanggan loyal hingga tua. Hebat kan!!

Dengan menjadikan basket sebagai salah satu media juga merupakan langkah cerdik karena olahraga ini selain memiliki penggemar juga memiliki gengsi sehingga pas untuk anak muda. Salah satu kunci greng nya DBL karena pengelolaan dan penyajiannya bercitarasa global dengan menggandeng NBA dan asosiasi basket filipina.

Senin, 16 November 2009

JUVI

Bagi anda yang suka musik di kota malang dan sekitarnya berbahagialah karena ada satu lagi media informasi berupa majalah musik JUVI namanya. Jadi setidaknya sudah ada 3 buah majalah yang lahir dari malang dengan konsep majalah musik yaitu Hot Chord, Commonground, Juvi.

Dari sisi bisnis potensi majalah musik masih cukup besar karena segman anak muda di malang dan sekitarnya cukup besar. Potensi ini bisa digali dengan strategi harga yang tidak terlalu mahal dan konten yang apik dapat menjadi senjata ampuh untuk eksistensi majalah ini.

Tentu saja promosi melalui jalur ATL masih perlu dilakukan mengingat konsumen di malang harus tetap di edukasi untuk eksistensinya

Minggu, 11 Oktober 2009

Toni Jacks Indonesia

Bagi penggemar MC Donalds bersiap-siaplah jika menemui beberapa outlet MC D berubah menjadi Toni Jacks Indonesia. Sejak tanggal 1 oktober 2009 kemarin sebanyak 13 outlet Mc Donalds berubah menjadi toni jacks indonesia sebagai buntut dari perseturuan bambang n rachmadi dengan mc donalds pusat.

Bagi dunia bisnis hadirnya TJI menambah peta persaingan dan peluang. Dengan slogan Better Than That One, TJI hadir dengan harapan bisa lebih baik dari mc donald karena sang pemilik ibaratnya sudah tahu betul isi dapur mc donald. Pertanyaan uniknya bisakah mampu menggeser pelanggan mc donald ke TJI dengan mudah. Jika hanya melihat hari pertama sudah ramai tentu kurang bijak karena bisa saja pelanggan belum tahu dan kadung sudah sampai sana.

Tentu saja TJi harus mampu menujukkan "different" yang di kampayekan dalam slogan "lebih baik" itu dalam hal nyata. Dalam beberapa milis disebutkan bahwa TJI terkesan emosional dan masih menjadi pengikut mc d tentu hal yang harus dijawab.

Jadi kita tunggu saja apa strategi marketing dari TJI dan inovasi produk TJI. Ngomong-ngomong anda sudah ke TJI di surabaya? jangan lupa ajak saya ya?

Celah Sempit Di Tengah Gempa

Jika anda memiliki saudara atau kerabat yang terkena bencana di padang beberapa waktu kemarin pastimerasakan betapa komunikasi menjadi barang mahal. Kepastian untuk segera mendapatkan informasi tentang kondisi kerabat menjadi hal utama.

Terlepas dari kondisi duka yang ada, terdapat hal menarik yang bisa kita bahas. Waktu hari pertama terjadio bencana dimana infrastruktur komunikasi banyak yang terputus maka informasi dari televisi menjadi panduan utama. Nah waktu itu kebutuhan untuk menghubungi kerabat melalui telepon menjadi menu utama. Ketika salah satu TV menayangkan bahwa komunikasi telepon yang masih bisa hanya flexy dan XL ditangkap dengan cerdik oleh XL.

Segera setelah itu muncul iklan XL yang menyatakan bahwa XL merupakan operator seluler yang masih bisa dan XL memberikan nomor perdana cuma-cuma sekian ribu di jakarta untuk mereka yang akan menghubungi kerabat. Tidak lupa XL juga memberikan sms gratis.

Cerdik bukan? walaupun tidak ada data resmi berapa kenaikan pengguna XL waktu itu tapi saya yakin cara respon XL yang cepat bagus untuk mengkomunikasikan produknya. terbukti hari-hari berikutnya telkomsel sebagai leader market juga membuat iklan yang sama dengan menjelaskan bahwa sekian BTS nya telah aktif.

Pelajaran berharga dari kejadian ini adalah peluang bisa saja datang pada saat yang sempit dan harus ada kecepatan untuk merespon. Orang bijak adalah orang yang dapat memanfaatkan kesempatan dan dalam kasus gempa padang XL secara cerdik dapat memanfaatkan hal itu.

Rabu, 23 September 2009

Iklan berseri, di nanti dan unik

udah liat iklan berserinya telkomsel tenytang pak haji, dewi dan 3 pemuda? sejak bulan puasa kemarin telkomsel menawarkan solusi *123# nya melalui iklan cerita berseri yang menarik dan menjadikan pemirsa mau menunggu cerita berikutnya. konsep iklan ini dapat dikatakan menarik ditengah persaingan yang ketat.

masih ingat iklan berserinya indosat kan? juga iklan berserinya ponds? di bebragai milis diskusi iklan-iklan tersebut mampu menarik perhatian.

kembali ke telkomsel ketika menawarkan produk yang beragam dengan *123# maka konsep iklan berseri dapat emudahkan dicerna oleh pemirsa karena belum tentu pengguna akan menggunakan semua layanan yang tersedia dan banyaknya layananan juga akan percuma ketika tidak mamapu terkomunikasikan dengan baik.

Mudik dan Program Loyalitas Pelanggan

Tahun ini anda jadi peserta mudik? wah selamat ya semoga selamat sampai tujuan. Fenomena mudik memang unik dan kini menjadi potensi pasar yang menggiurkan bagi banyak bisnis. Lihat saja disepanjang jalan yang akan dilalui mudik menjadi arena pasar terpanjang dengan berbagai tawaran yang menarik.

Mulai dari operaot seluler yang menawarkan bebragai layanan informasi dan tenda mudik hingga penjuala motor dan mobil yang melayanai servis serta penjualan suku cadang.

Mudik merupakan media yang cukup ampuh untuk mengetahui dan mendapatkan informasi dari pelanggan. ambil contoh pengguna sepeda motor misalnya, dengan adanya tenda mudik dari merek motor tertentu maka produsen dapat mengethaui kualitas dari motor, profil perlanggan hingga harapan pelanggan yang kemudian dapat dijadikan strategi pasca lebaran. begitu juga untuk bisnis yang lain.

selamat mudik dan menyususn strategi

Jumat, 04 September 2009

MIC perlu promo ga sih...?

sejak tahun 2005 lalu saya berkenalan dengan teman-teman Malang Indie Community (MIC) atau kumpulan band-band indie di kota malang. Sejak musim event mingguan di bale barong cafe hingga kampus-kampus, Terrace matos hingga sekarang.

secara pasti saya tidak tahu jumlah band yang terdaftar dan masih eksis tapi jumlahnya tentu banyak. Jumlah event yang dibuat dan diikuti juga sudah berderet-deret, akan tetapi secara pribadi ada yang mengganjal di hati saya.

pertama sebagai komunitas MIC tidak hanya butuh loyalitas anggotanya yang mayoritas tentu saja pemain musik, minus golongan seperti saya yang hanya hobi menonton. akan tetapi juga butuh loyalitas dan dukungan penonton. kan percuma kalo band tidak punya penggemar dan penonton lalu siapa yang akan menikmati hasil karya mereka?

nah disisi inilah perlu kiranya MIC selalu mau berpromosi kepada anak muda secara umum agar mereka juga memiliki loyalitas terhadap MIC.

caranya? pasti anak-anak MIC udah tahu he he he

Senin, 31 Agustus 2009

Midnite Sale Why Not

sudah agak lama saya tidak melihat satu hal yang unik dimalang. nah beberapa hari yang lalu terlihat ada spanduk unik untuk dibahas. memasuki bulan ramadhan yang berarti bulan SALE bagi para peritel, Ramayana sebagai salah satu pelopor supermarket dimalang buat program unik.

MIDNITE sale alias belanja tengah malam. kalau dijakarta atau surabaya mungkin ini bukan hal baru tapi dimalang boleh juga tuh.

sebagai peritel yang sudah lebih dari 10 tahun malang melintang dimalang tentu saja menjadi PR bagi ramayana melihat serbuah dari peritel lain seperti hipermat dan centerpoint yang agresif dan mampu menjadi ikon baru bagi warga malang.

dengan bekal bahwa ramayana hadir lebih dahulu sebenarnya ramayana masih punya pelanggan tinggal mengingatkan saja benak konsumen agar mereka tidak lupa, karena salah satu sifat konsumen indonesia adalah mudah lupa.

apakah program ini akan berhasil? kita lihat saja

Sabtu, 04 April 2009

Bersatu Kita Bisa

Judul diatas bukan slogan politik, namun satu istilah bahwa dengan bekerjasama kita bisa melakukan sesutau yang lebih baik. Disaat situasi krisis seperti ini dunia usaha memang harus bisa melihat peluang. Salah satunya dengan bekerjasama. Kita mengenal istilah co branding, dalam dunia penjualan ada sitilah penjualan bundling. Beberapa contoh diatas merupakan salah satu strategi marketing bagi sebuah perusahaan.

Tentu anda semua sudah lihat iklan teh botol sosro, tolak angin dan kacang dua kelinci. Agak keluar pakem mungkin itu yang ada di benak kita, karena jika penjualan bundling biasanya dalam satu garis bisnis misal produesn handphone dengan operator seluler. Tapi ini berbeda produk, cuma semua dikonsumsi dalam satu rumah. Saya yakin dalam satu rumah biasanya 3 produk ini tersedia.

Kreatif juga promo iklan ini karena dengan brand yang suah kuat dan memiliki pelanggan masng-masing maka tidak mungkinakan memperkuat pasar masing-masing. Bukan tidak mungkin seseorang yang selama ini mengkonsumsi teh botol sosro akan menambah kacang dua kelinci atau jika masuk angin maka dia akan berperilaku seperti orang pintar minum tolak angin.

tentu saja dari sisi biaya akan lebih hemat dan dari pasar juga akan slaing memperkuat. kreatif bukan?

Minggu, 29 Maret 2009

Iklan Ponds Kekuatan Cinta

Ahirnya setelah menunggu beberapa saat iklan ponds seri kekuatan cinta hari ini tayang. Pihak Unilever dan agency iklan yang menangani kayaknya tidak mau setengah-setengah dalam iklan ini. Lihat saja iklan satu halaman penuh di harian kompas hari ini yang memberitahukan bahwa seri terakhir tayang hari ini.

Seperti yang saya tulis sebelumnya iklan ini memang memenuhi unsur word of mouth dimana efek dari cerita mulut kemulut ditambah rasa penasaran yang ahirnya membuat orang mau menunggu kapan iklan ini tayang. Hasilnya di beberapa blog saya lihat memang iklan ini diperbincangkan.

Pada ahirnya differensiasi produk yang dikomunikasikan dengan iklan yang berbeda mampu keluar dari kerumunan iklan. Apalagi hari -hari ini iklan televisi, radio dan koran penuh dengan iklan kampanye.

Selasa, 03 Maret 2009

Lihat Pesannya

tanggal 27 februari kemarin saya menghadiri pembukaan pameran foto peter sanders seorang fotografer muslim kawakan dari inggris. Pameran yang menampilkan foto-foto bernuansa islam yang ada di inggris ini cukup menarik.

melihat pameran foto memang mengasyikkan, karena kita belajar untuk melihat pesan yang ada dalam gambar baik yang tersurat maupun tersirat. maka tidak berlebihan jika tema pameran foto ini adalah islam dari balik lensa. tidak jarang sesuatu yang tersirat itu lebih memiliki arti dan pelaung dibanding dengan sesuatu yang tersurat.

bagi seorang marketer melihat sesuatu yang tersirat merupakan satu peluang besar karena konsumen kadang menginginkan sesuatu akan tetapi tidak mau mengungkapkan. padahal jika diungkapkan hal tersebut merupakan peluang.

contoh sederhana, dulu orang melihat handphone hanya untuk menelepon atau sms, padahal semakin lama HP menjadi teman setia setiap orang, menjadi sesuatu yang pribadi. sebagai sesuatu yang bersifat pribadi maka konsumen menginginkan jika HP bisa menyimpan sesuatu yang lain selain nomor telepon pribadi. maka tidak heran ketika produsen menambah fitur kamera Hp yang berkamera laris sekali.

contoh lain juga banyak terjadi, misalnya pada produk sepeda motor matic dimana harapan kaum wanita dapat dipenuhi dan kekuatiran akan celaka bisa diminimlakan sehingga produk matic laku dipasaran.

ada satu kalimat dalam pameran peter sanders yang membuat saya tersenyum yaitu " ada banyak alasan untuk membenci tapi tidak cukup alsan untuk terus mencintai" wah bagus sekali untuk para pemasar. ada seribu satu alasan untuk mencela suatu produk tapi tidak cukup seribu alasan juga untuk terus berinovasi mengembangkan produk. buka begitu?

Rabu, 18 Februari 2009

Anti Marketing, Ponds Flawles Case


anda sudah liat seri terbaru iklan ponds? satu merek besutan uilever ini memang kreatif. setelah muncul dengan iklan berseri yang dalam dunia milis banyak di kritik kini muncul dengan iklan serial serupa dengan tema yang berbeda.


jika semula muncul dengan tema percintaan murni dimana ketertarikan seorang pria karena kulit putih wanita dan ini menuai kritik kini hadir dengan tema yang agak berbeda. masih tentang percintaan tapi dengan setting penggusuran.


dalam pandangan saya pilihan tema ini cukup berani dan keluar dari pakem biasanya. sudah bisaya kita melihat iklan produk kecantikan dengan menampilkan model wanita yang cantik, pria tamapa dan suasana yang mewah. cerita iklan juga tidak jauh dari tema cinta.


produk ponds flawles agak beda. kita lihat tema cinta sebagai tema utama dengan konflik kepentingan ekonomi dan tema sosial penggusuran tanah untuk pembangunan perumahan elit.


di sini kita dapat melihat tema uniknya yang keluar dari pakem. untuk produk kecantikan mengambil tema sosial dalam bentuk cerita tentu poin cerdas. kesan produk sebagai produk mewah dan anti terhadap isu sosial dapat ditembus.


ada 3 point cerdas yang dapat kita lihat dari iklan ponds. pertama konsep iklan bersambung yang menjadikan rasa penasaran dan ingin tahu dari penonton untuk melihat dan menunggu iklan berikutnya. i ni dapat memunculkan efek WOM yang ampuh dalam dunia pemasaran

kedua, setting cerita percintaan dan kecantikan walau terkesan sudah biasa tapi terbukti masih disukai oleh orang indonesia

ketiga, isu sosial yang diangkat menjadikan iklan ini punya point lebih dan menarik untuk disimak.


bila anda pernah membaca buku anti marketing kafi kurnia, iklan ini dapat dikatakan salah satu iklan yang mengusung konsep anti marketing. keluar dari pakem umum dan tampil different untuk mencuri memori konsumen. ingat pertempuran iklan bukan di tv tapi di benak konsumen.

Minggu, 08 Februari 2009

Promosi Perlu Sosialisasi Perlu


Tanggal 2 samapi 8 februari ini di jakarta di gelar festival ekonomi syariah. Saya kurang tahu kenapa di beri laber festival, mungkin karena selain pameran produk syariah disana juga ada serangkaian kejuaraan/perlombaan yang berhubungan dengan ekonomi syariah.


Sebagai salah satu alternatif sistem ekonomi sejak 10 tahun terahir ini konsep ekonomi syariah memang terus bergema. Bermula dari seminar-seminar kecil kemudian meluas hingga terbentuk festival ekonomi syariah.


Promosi sebagai bentuk baru sebuah sistem memang mutlak harus dilakukan mengingat banyak orang yang masih awam dengan konsep dan implementasi ekonomi syariah. Tapi yang lebih penting untuk diadakan adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsep dan praktek ekonomi syariah.


Tentu saja kita berharap festival ini tidak hanya ada dijakarta melainkan secara bertahap bisa bergerak ke berbagai kota.


semoga

Jumat, 06 Februari 2009

Create your Selling

Dalam beberapa hari ini saya keliling malang dan menemukan gejala yang hampir sama. Hampir semua sektor bisnis mungkin mulai terkena dampak krisis yakni meredupnya penjualan. Semoga ini cuma trend sesaat. Selanjutnya berkenaan dengan judul diatas maka hampir semua sektor bisnis hari ini berusaha mengkreatifkan program yang melibatkan pelanggan untuk meningkatkan penjualan.

Momen hari valentine terlepas dari kontroversinya rupanya menjadi bidikan hampir semua sektor bisnis. Matos sebagai satu ikon belanja menggelar jumpa artis marshanda dan aura kasih, ada lomba fashion tema valentine dan foto pasangan. Amsterdam resto juga menggelar hal yang tidak jauh berbeda begitu juga resto dan kafe lainnya.

Tentu hal ini menarik untuk dibahas. Menggunakan momen tertentu untuk meningkatkan penjualan tentu bukan hal baru dalam dunia pemasaran. Momen lebaran, natal, liburan sekolah adalah masa menggelar diskon bagi para pelaku ritel. Namun agak beda dengan valentine yang nuansa personalnya lebih kental. Hingga cukup unik jika yamaha menggelar lomba foto pasangan dengan menggunakan yamaha mio sebagai salah satu syaratnya. Kegiatan ini lebih krearif karena melibatkan pengguna atau konsumen uantuk lebih ekspresif dalam menggunakan produk. Ujung-ujungnya loyalitas dan pembelian baru dapat dicapai bukan?

Tinggal kita lihat saja hasilnya. Anda tentu boleh punya pendapat

Kamis, 05 Februari 2009

Membentuk Komunitas Pelanggan

Hari minggu kemarin pas tanggal 1 februari saya diundang pengajian tabungan Siberkah BMT PSU Malang. Kebetulan saya ikut program tabungan ini untuk angkatan ke 5. Salah satu kegiatan dari program tabungan ini untuk nasabahnya adalah pengajian rutin tiap 4 atau 6 bulan.

Isi acara pengajian ini sebenarnya sama saja dengan pengajian pada umumnya malah menurut saya terkesan seperti seminar komunitas manajemen dimana ada hiburan dan presentasi produk dari sponsor atau mitra kerja BMT.

Dari kacamata marketing sebenarnya program ini bagus sebagai cara untuk menjaga pelanggan dengan membentuk komunitas tersendiri. Karena BMT berkonsep syariah tidak heran media pengajian dipakai untuk membentuk loyalitas.

Namun ada beberapa catatan yang perlu saya tulis karena kecenderungan perusahaan membentuk komunitas dengan maksud yang baik tapi terkadang melupakan beberapa hal mendasar. Pertama, nasabah yang beragam karakter dan pendidikan perlu di perhatikan sehingga dalam memilih materi dan konsep pengajian bisa tepat sasaran. Jika saya perhatikan ada gap antara mindset pengajian yang selama ini dipahami oleh nasabah dengan konsep pengajian yang digagas. Konsep pengajian modern dengan tampilan da'i yang betrdasi dan sentuhan teknologi bisa kontraproduktif karena nasabah masih terbiasa dengan konsep pengajian dimana seorang da'i berpenampilan pada umumnya seperti berpeci, baju koko dan sebagainya. Sehingga dalam acara kemarin saya melihat banyak nasabah yang tidak paham terbukti dalam sesi tanya jawab tidak banyak yang bertanya dan yang bertanya pun bertanya dalam koridor fiqih.

Kedua, sebuah komunitas haruslah memiliki nilai lebih dan nilai manfaat yang lebih bagi anggotanya. Dalam hal ini komunitas pengajian ini harus memberi nilai lebih dalam artian isi atau kualitas pengajian bukan menonjolkan kualitas fisik seperti pengajian eklusif karena di hotel dan sebagainya. Kenapa demikian? karena jika kualitas isi bisa lebih ditonjolkan maka nasabah akan dapat merasakan manfaat lain yang didapat karena saya yakin 100% bahwa nasabah yang hadir sudah merupakan para ahli pengajian di lokalnya masing-masing. terbukti beberapa orang yang hadir saya kenal sebagai warga pengajian sejak mahasiswa.

Ketiga, komunitas ini harus bisa mewujudkan sifat sebagai jaringan yang solid yang diikat oleh cita-cita kemakmuran bersama yang terbebas dari riba. Atau dengan kata lain harus bisa mewujudkan jaringan yang solid sesuai dengan cita-cita BMT sebagai produk. Dalam bahasa marketing BMT adalah produk dan nasabah adalah konsumen maka produk tersebut harus dapat mewujudkan cita-cita konsumen atau mewujudkan janji produk yang telah di promosikan.

Nah 3 hal ini yang mungkin perlu di tata ulang agar komunitas yang bagus dapat lebih bermanfaat bagi pengembangan produk.

Kamis, 22 Januari 2009

Membangun Merek Sekolah

Sekolah SMK di malang dalam beebrapa tahun terakhir ini patut di acungi jempol. Sebagai sekolah yang mengedepankan skill sudah seharusnya porsi pembelajaran skill dan prakteknya lebih dominan sehingga mereka dapat menjadi lulusan yang handal dalam skill.

Sudah hampir 3 tahun ini saya selalu menghadiri pagelaran busana tahunan SMKN 7 jurusan tata busana. Untuk tahun ini diadakan pada hari minggu kemarin tanggal 18 Januari 2009 di Mall Olympic Garden. Soal pemilihan lokasi juga patut diacungi jempol karena sebelumnya di lakukan di hotel, dengan di Mall maka akan banyak dilihat banyak orang yang pada ahirnya dapat menarik minat masuk SMK.

Sudah waktunya SMK terutama yang sudah bagus dalam pengelolaan skillnya membangun merek sekolah agar menajdi merek yang kuat di benak konsumen yang dalam hal ini adalah siswa dan dunia usaha. Harus dipahami sejak awal bahwa tugas utama SMK adalah mengahsilkan lulusan yang dapat memuaskan dunia usaha sebagai pengguna.

Strategi fokus pada skill yang benar-benar di kuasai perlu dilakukan sehingga lulusan SMK tidak lagi berkualifikasi nanggung, menguasai banyak hal tapi tidak maksimal. SMK dalam pengelolaan komunikasi harus menggunakan kaidah-kaidah marketing karena mereka juga memiliki produk jasa. Mungkin anda punya pendapat?

Selasa, 06 Januari 2009

Menjual IKon Lama


Bagi anda yang sekarang umur 30 an mungkin waktu SMP ato SMA akrab dengan novel lupus. Novel karya Hilman Hariwijaya pada era 80-90 merupakan salah satu novel ikon anak muda yang laris manis.

Semula saya membaca lupus di majalah HAI pada waktu saya masih SMP kemudian baru bisa baca edisi novelnya yang diterbitkan oleh Gramedia.

Sosok lupus pada waktu itu merupakan ikon anak muda dengan model rambut jambul duran-duran dan permen karet. saya masih ingat betapa booming permen karet menggejala ketika novel ini meledak pada waktu terbit tahun 1986.


Setelah 20 tahun absen kini Hilman mencoba menulis lagi lupus dalam edisi Lupus Return. Tentu saja lupus masih SMA dan disesuaikan dengan era sekarang, era internet dan justin timberlake.


Dari sisi marketing tokoh lupus masih mendapat tempat di hati anak muda terbukti lupus return udah cetak ulang 2 kali. Sebagai tokoh lama memang untuk anak muda sekarang mungkin lupus butuh penyesuaian terutama setting cerita dan kondisi. Saya melihat Gramedia cukup cerdik menerbitkan kembali lupus karena di tengah banyaknya genre teenlit nyaris tidak ada yang menjadi ikon. Siapa tau lupus kembali menjadi ikon anak muda?

Minggu, 04 Januari 2009

Bagaimana Menjaga Pelanggan? bag. 1

Pada saat situasi bisnis yang bergerak di tempat menjaga bisnis agar tetap berjalan adalah sesuatu yang penting. Kesuksesan bisnis tergantung pada seberapa besar pelanggan yang bisa tetap dipertahankan. Ciri umum pelanggan di saat krisis adalah adanya penurunan daya beli dalam artian kuantitas dan kualitas. Dalam kuantitas yaitu dengan mengurangi jumlah atau frekuensi pembelian misal yang tadinya membeli sabun 1 kilo menjadi setengahnya atau yang biasa ke kafe seminggu 3 kali menjadi seminggu sekali. Penurunan kualitas misalnya dengan membeli merek yang nomor dua atau dikenal dengan istilah switching brand.

Untuk menjaga agar penjualan tetap bagus maka strategi menjaga konsumen menjadi penting. Disnilah diuji apakah perusahaan bisa menciptakan loyalitas pelanggan dan menjaga konsumsi pelanggan.

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menggunakan data pelanggan sebagai sumber informasi. Data pelanggan bukan sekedar buku untuk mencatat nama, alamat, no telepon semata melainkan dapat digunakan sebagai informasiawal untuk mengetahui profil pelanggan. Sayangya banyak bagian marketing atau Cs perusahaan yang menganggap jika sudah mencatat pelanggan di buku pelanggan maka pekerjaan sudah selesai. PR nya adalah bagaimana membunyikan data pelanggan menjadi senjata yang ampuh untuk menjaga penjualan tetap bagus. Bagi perusahaan yang belum memulai bisa dimulai darisekarang untuk mendata siapa pelanggan anda. Langkah kecil ini mudah dan bisa membantu.

Selasa, 23 Desember 2008

Belajar Pemasaran Melalui Simulasi

Secara sederhana strategi pemasaran diartikan sebagai suatu rumusan tentang marketing mix (bauran pemasaran) untuk suatu segmen konsumen tertentu. Bauran pemasaran klasik terdiri dari empat P, yakni Product (Produk), Price (Harga), Place (Saluran Distribusi) and Promotion (Promosi). Jenis bauran yang ada saat ini sudah lebih dari empat, namun kerangka berpikir yang sederhana ini saya pikir masih relevan. Tiga prinsip dasar strategi pemasaranAda tiga hal dasar yang perlu diperhatikan di dalam perancangan strategi pemasaran, yakni:1. Fokus Perusahaan harus mengerahkan daya pikirnya untuk memformulasikan sebuah strategi yang akan digunakan untuk melayani sebuah segmen tertentu. Jika pikiran kita bercabang ke segmen yang lain maka kita tidak akan bisa menghasilkan strategi yang efektif. Seorang marketer biasanya tergoda untuk membuat short cut dengan cara mengaplikasikan pengalamannya di bidang yang sama di tempat lain. Jika segmennya tidak berbeda secara signifikan hal itu masih bisa dilakukan, tapi kalau jauh berbeda, hati-hati. 2. KonsistensiKeempat dimensi dari bauran pemasaran di atas perlu dirancang secara bersama-sama sehingga konsisten. Saat menentukan strategi harga dan komunikasi, misalnya, seseorang harus memperhatikan karakter produknya. Kita tidak disarankan untuk memberikan harga yang sangat murah untuk produk premium, begitu pula sebaliknya harga yang mahal untuk produk yang biasa-biasa saja. Sering kita temukan juga cara-cara komunikasi yang murahan yang akhirya menjatuhkan citra sebuah produk. Atau menjual produk tertentu tidak pada tempat yang sesuai dengan citra produk di mata konsumen.3. Konteks Strategi pemasaran yang dirancang untuk sebuah segmen adalah unik karena dirancang untuk sebuah konteks tertentu. Untuk memahami konteks pemasaran, kita bisa menggunakan kerangka berpikir 5C yang merupakan modifikasi dari kerangka 4C dari Pak Hermawan Kertajaya yakni Customer (Konsumen), Company (Perusahaan), Competitor (Pesaing) , Collaborator (Mitra) dan Change (Perubahan). Keempat P yang saya sebutkan di atas dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kondisi dari kelima C yang ada di konteks perusahaan. Tidak mudah untuk menghasilkan sebuah strategi pemasaran yang konsisten. Sebuah perusahaan biasanya mengembangkan beberapa skenario dan melakukan beberapa modifikasi sebelum menghasilkan rancangan strategi yang efektif untuk konteks yang dihadapinya. Faktor penentu kualitas strategi pemasaranSelain ketiga prinsip dasar di atas, ada lima faktor yang menentukan kualitas dari strategi pemasaran yang dirancang, yakni:1. InformasiInformasi mengenai kebutuhan konsumen, perilaku dan karakteristik mereka, informasi mengenai pesaing, collaborator dan kondisi lingkungan pemasaran secara umum perlu diperoleh sehingga perusahaan dapat mengetahui konteks yang mereka hadapi. 2. Kerja sama timSangat sulit untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik seorang diri. Berdasarkan pengalaman saya, keterbatasan kemampuan seseorang membuatnya mudah untuk melupakan keterkaitan antara satu bagian dengan yang lainnya sehingga menimbulkan ketidakkonsistenan atau cenderung melakukan simplifikasi yang keliru. Bantuan orang lain diperlukan untuk membahas berbagai dimensi konteks yang berbeda secara seksama. 3. Pengembangan skenario Perusahaan harus mengembangkan beberapa skenario karena mereka tidak bisa memprediksikan dengan tepat apa respon dari konsumen, tindakan dari pesaing, reaksi collaborator dan perubahan-perubahan yang akan terjadi di lingkungan pemasaran. Mulailah dari skenario yang paling mungkin terjadi hingga pada skenario yang dirasakan kecil kemungkinannya. 4. Uji cobaUji coba diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas strategi pemasaran. Respon dari konsumen, collaborator dan pesaing dari terhadap strategi yang dirancang merupakan hal-hal yang perlu diketahui di dalam sebuah uji coba. Dari apa yang telah saya alami, uji coba merupakan hal yang penting untuk konteks Indonesia karena masyarakat kita cenderung resisten terhadap perubahan. Proses perubahan yang bertahap lebih diinginkan oleh kebanyakan konsumen di Indonesia. 5. MonitoringMonitoring dilakukan untuk mengetahui efektivitas strategi dan memantau perubahan-perubahan yang terjadi setelah strategi dilaksanakan. Penyesuaian-penyesuaian diperlukan untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut. Proses ini akan lebih mudah jika perusahaan telah menyiapkan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi.Simulasi pemasaranSebuah simulasi pemasaran merupakan alat bantu yang sangat baik untuk memahami bagaimana ketiga prinsip dasar di atas diaplikasikan dan apa pengaruh dari kelima faktor di atas terhadap efektivitas strategi pemasaran yang dirancang. Pengguna simulasi akan dihadapkan pada sebuah situasi khusus dari suatu perusahaan. Perusahaan yang disimulasikan biasanya menjual beberapa produk yang bisa ditawarkan kepada satu atau beberapa segmen konsumen. Setiap segmen memiliki kebutuhan dan perilaku tertentu. Selain perusahaan tersebut ada beberapa pesaing yang menjual produk yang hampir sama. Perbedaannya biasanya terletak pada beberapa atribut produk dan harga. Pengguna simulasi diharuskan untuk membuat strategi yang fokus dan konsisten mengenai produk, brand, harga, bujet dan bentuk promosi, saluran distribusi, margin dan jumlah orang yang diperlukan untuk menjalankan program pemasaran pada konteks yang dihadapi. Komputer akan menggunakan input keputusan tersebut dan keputusan dari perusahaan pesaing untuk menentukan hasil yang dicapai oleh setiap perusahaan. Keluaran ini dihasilkan dari formulasi yang sudah ditetapkan di dalam program simulasi. Peserta simulasi biasanya sangat antusias dengan hasil dari setiap keputusan yang dilakukan dan mereka berusaha menganalisis apa yang salah dari keputusan mereka. Proses analisis dipermudah karena komputer akan menyimpan keputusan-keputusan dan hasil yang diperoleh setiap perusahaan dalam sebuah database. Tujuan dari penggunaan simulasi ini bukan untuk membantu menentukan strategi pemasaran riil dari sebuah perusahaan, tetapi untuk membantu kita dalam memahami bagaimana faktor-faktor di sebuah lingkungan pemasaran akan mempengaruhi efektivitas dari strategi yang kita jalankan. Peserta simulasi dimungkinkan untuk memahami ketiga prinsip perancangan strategi pemasaran di atas dan mengetahui peran dari lima faktor yang saya sebutkan sesudahnya. Misalnya saja, mereka bisa membeli laporan riset pasar untuk mengetahui reaksi pasar dan strategi yang dilakukan oleh pesaing dan melihat bagaimana pengaruh dari informasi ini bagi perencanan pemasaran mereka. Penggunaan simulasi dalam pembelajaran pemasaran mampu meningkatkan daya serap hingga 75%. Hal ini jauh lebih baik daripada belajar di kelas ataupun belajar dari studi kasus perusahaan lain. Tentunya praktek langsung merupakan pembelajaran yang paling efektif. Namun tidak semua orang bisa memperoleh kesempatan untuk mempraktekkan teori pemasaran yang sudah dipelajari. Selain itu dampak dari kegagalan sebuah keputusan di dalam praktek langsung bisa lebih besar dibandingkan kegagalan sebuah keputusan di dalam simulasi. Pembelajaran akan lebih baik jika simulasi yang digunakan dibuat semirip mungkin dengan konteks perusahaan di Indonesia dan dipandu oleh seorang instruktur yang berpengalaman dan memahami teori pemasaran dan aplikasinya.

Senin, 22 Desember 2008

Marketer di Sektor Publik


Dalam berbagai tulisan Hermawan Kartajaya selalu mengatakan bahwa marketing milik siapa saja bukan monopoli orang marketing. Sektor apa saja juga membutuhkan marketing bukan hanya sektor bisnis semata. Sejak otonomi daerah digulirkan sebenarnya wacana marketing untuk sektor publik mulai bergema dan di praktekkan.

Kalau dalam sektor bisnis sebuah bisnis memiliki pelanggan maka untuk sektor publik masyarakat pengguna jasa merupakan pelanggan, sehingga peyelenggara negara harus berperilaku sebagai pelayan atau penyedia jasa.

Jika anda membeli majalah tempo edisi minggu ini maka hal tersebut menjadi kenyataan. Di tengah pesimisme publik karena banyak bupati dan walikota tersangkut korupsi uang rakyat maka majalah tempo memilih 10 bupati dan walikota yang mampu memarketingkan daerahnya.

Lihat saja gebrakan walikota solo merevitalisasi pasar tradisional agar tetap tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi solo. Walikota Blitar yang mengunggulkan belimbing sebagai komoditi lokal yang digerakkan menjadi komoditi ekspor.

Pendek kata mereka berperilaku sebagai seorang marketer yang menjadikan rakyat sebagai pelanggan dan memoles kondisi lokal menjadi power untuk "berjualan".