Sabtu, 04 April 2009

Bersatu Kita Bisa

Judul diatas bukan slogan politik, namun satu istilah bahwa dengan bekerjasama kita bisa melakukan sesutau yang lebih baik. Disaat situasi krisis seperti ini dunia usaha memang harus bisa melihat peluang. Salah satunya dengan bekerjasama. Kita mengenal istilah co branding, dalam dunia penjualan ada sitilah penjualan bundling. Beberapa contoh diatas merupakan salah satu strategi marketing bagi sebuah perusahaan.

Tentu anda semua sudah lihat iklan teh botol sosro, tolak angin dan kacang dua kelinci. Agak keluar pakem mungkin itu yang ada di benak kita, karena jika penjualan bundling biasanya dalam satu garis bisnis misal produesn handphone dengan operator seluler. Tapi ini berbeda produk, cuma semua dikonsumsi dalam satu rumah. Saya yakin dalam satu rumah biasanya 3 produk ini tersedia.

Kreatif juga promo iklan ini karena dengan brand yang suah kuat dan memiliki pelanggan masng-masing maka tidak mungkinakan memperkuat pasar masing-masing. Bukan tidak mungkin seseorang yang selama ini mengkonsumsi teh botol sosro akan menambah kacang dua kelinci atau jika masuk angin maka dia akan berperilaku seperti orang pintar minum tolak angin.

tentu saja dari sisi biaya akan lebih hemat dan dari pasar juga akan slaing memperkuat. kreatif bukan?

Rabu, 01 April 2009

Tribes


Tribes: Andalah Pemimpin yang Kami Cari
Author : Seth Godin
Publisher : Publishing One
Page : 160
Price : 45000




Resensi



Tribes merupakan buku terbaru Seth Godin, penulis international bestseller asal Amerika. Karyanya yang lain adalah The Dip, Permission Marketing, Purple Cow, dan Meatball. Ia tercatat sebagai pendiri dan CEO Squidoo.com, sebuah blog bisnis terkemuka di dunia. Buku ini berisi ajakan untuk “mengubah dunia” yang ditulis secara cerdas dan menyenangkan. Untuk mempertajam gagasannya, Godin memakai sejumlah contoh dan cerita pendek yang sangat menarik. Tribe didefinisikan sebagai sekelompok manusia, baik besar ataupun kecil, yang saling berhubungan satu dengan lainnya, terhubung dengan seorang pemimpin, dan terhubung pada sebuah gagasan.

Minggu, 29 Maret 2009

Iklan Ponds Kekuatan Cinta

Ahirnya setelah menunggu beberapa saat iklan ponds seri kekuatan cinta hari ini tayang. Pihak Unilever dan agency iklan yang menangani kayaknya tidak mau setengah-setengah dalam iklan ini. Lihat saja iklan satu halaman penuh di harian kompas hari ini yang memberitahukan bahwa seri terakhir tayang hari ini.

Seperti yang saya tulis sebelumnya iklan ini memang memenuhi unsur word of mouth dimana efek dari cerita mulut kemulut ditambah rasa penasaran yang ahirnya membuat orang mau menunggu kapan iklan ini tayang. Hasilnya di beberapa blog saya lihat memang iklan ini diperbincangkan.

Pada ahirnya differensiasi produk yang dikomunikasikan dengan iklan yang berbeda mampu keluar dari kerumunan iklan. Apalagi hari -hari ini iklan televisi, radio dan koran penuh dengan iklan kampanye.

Samsul sang Fotografer

sekitar pertengahan 2006 silam di suatu sore saya di beritahu staf saya ada fotografer sebuah media ingin bertemu. saya agak kaget karena melihat nama medianya saya belum pernah dengar. singkat cerita dia mengenalkan diri samsul fotografer koran pendidikan di malang. maksud dan tujuannya pinjam baju dan model untuk pemotretan korannya untuk edisi mingguan. yah waktu itu kan awal-awal saya punya agency modelnya juga belum banyak tapi kalo baju kasula sih tinggal pilih aja.

ahirnya sejak itu saya akrab dengan samsul. beberapa kali sesi pemotretan menggunakan model saya atau model agency lain. juga beberapa event fashion saya selalu mengajak samsul untuk memotret acara tersebut.

secara pribadi saya suka dengan cara kerja samsul, semangat untuk bekerja apalagi kalo dapat model yang cepat memahami angle arahannya. mood fotonya langsung bekerja dan hasilnya memuaskan.

ahir tahun 2007 saya sempat kehilangan kontak karena dia pindah ke probolinggo. yah alasan perbaikan kehidupan menjadi hal yang utama. sampai ahir 2008 saya benar-benar kehilangan kontak, cuma setahu saya dia membuat studio foto. wah senang sekali saya mendengarnya karena itulah cita-cita dia sejak lama.

tadi malam saya bertemu samsul lagi setelah sekian lama. dan saya surorise karena penampilannya lebih terawat bukan seperti fotografer media lagi, dan sekarang sudah mengerjakan proyek pemotretan pre wedding dengan harga yang mahal (untuk ukuran saya).
seneng saya lihat perubahan kawan satu ini. ispirasinya belajar mengejar keinginan emang harus ya kalo mau sukses. gigih dan fokus pada tujuan utama. soal rezeki Allah sudah atur untuk kita

Senin, 23 Maret 2009

Tips Merek

Jangan mengiklankan merek anda. Hidupkanlah. - Philip Kotler.

Selasa, 10 Maret 2009

Bukan Sembarang STMJ

Hari minggu kemarin saya diminta menjadi juri lomba fashion di SMA 2 Nganjuk. Acaranya berjudul STMJ (Smada Teens Modelling Javanese) wah keren ya temanya. Saya sangat senang karena iklim dunia modelling dengan plus minusnya juga berkembang di daerah-daerah seperti nganjuk misalnya.

Khusus untuk ajang smada nganjuk saya acungi jempol. ada beberapa alasan pertama, pilihan tema mengangkat tema batik bagus untuk generasi muda agar lebih mencintai produk anak bangsa apalagi dalam situasi krisis ekonomi seperti saat ini. pilihan untuk membeli dan meamakai produk dalam negeri sudah pas.
kedua, tim kerja yang kompak. beberapa kali saya lihat pensi di berbagai kota baru kali ini saya lihat pensi yang kompak. kepala sekolah, guru dan panitia berada di lokasi acara sampai selesai. Walapun hujan angin yang menyebabkan tenda juri dan penonton jebol, panggung kebanjiran panitia siswa putra dan putri gotong royong menimba air untuk di alirkan ke parit depan sekolah. wah salut banget saya melihatnya.

satu catatan saya ada baiknya tahun depan tema batik tetap dipertahankan dengan menagmbil tema lebih santai misal batik untuk sehari-hari atau untuk anak sekolah. jadi kesannya tidak harus glamour dan make upnya juga tidak mengakibatkan peserta yang smp dan sma kelihatan lebih dewasa dari usianya. lebih baik mengambil tema casual dengan make up casual sehingga inner beauty nya bisa lebih nampak.

salut dan trims untuk dea yang sudah repot-repot mengundang saya. saya tunggu kiriman fotonya agar bisa ditampilkan di blog ini

Jumat, 06 Maret 2009

Melampaui Samudera Biru



Melampaui Samudra Biru

Prinsip bisnis yang mana pun adalah meraih profit sebesar-besarnya. Untuk itulah dikembangkan segala inovasi, mulai dari inovasi produk, inovasi pemasaran dan inovasi harga, agar produk yang dijual kompetitif dan bisa mengalahkan pesaing.
Benarkah sumber profit besar itu adalah hal-hal seperti yang disebutkan di atas? Bisa ya dan juga bisa tidak. Milind M Lele PhD, melalui bukunya Giga Profit (Hak Cipta Terjemahan Bahasa Indonesia dipegang Daras Books), menegaskan bahwa profit terbesar akan diperoleh oleh perusahaan jika perusahaan yang bersangkutan bisa menciptakan monopoli yang alamiah dan legal.
Menurut Milind, dengan Monopoly Rules, memungkinkan setiap bisnis—baik skala mikro maupun raksasa---mendominasi dan menjadi yang terbaik di industrinya. Dengan menjalankan Monopoly Rules, kata Milind, Anda bisa menciptakan monopoli situasional yang alamiah dan legal, meraih giga profit sementara pesaing menurunkan marjin, menciptakan kesempatan dari apa yang diabaikan para pesaing, membentuk “country club” guna menjaga tingkat profit dan lain-lain. Bisa jadi orang akan alergi dan berang ketika mendengar kata monopoli, tetapi di buku ini justru Milind mengajarkan kepada para pengusaha untuk menciptakan monopoli. Karena sebenarnya, banyak praktek monopoli yang terjadi dalam bisnis. Dan hal ini boleh-boleh saja, asal alamiah dan legal.
Di tempat hiburan malam Anda mungkin harus merogoh kocek belasan ribu, hanya untuk mendapatkan sebotol air mineral, yang di luar harganya paling mahal Rp2.000. Berapa pun harganya, Anda hanya diberi dua pilihan: membeli atau tidak. Karena Anda tidak diperbolehkan membawa minuman mineral dari luar.Di tempat-tempat wisata tertentu juga melarang pengunjung membawa makanan dan minuman dari luar. Artinya, pengunjung yang ingin makan dan minum harus membeli di dalam lokasi wisata, yang harganya berlipat-lipat dibandingkan makanan dan minuman di luar lokasi wisata tersebut. Apakah ini bukan monopoli?Milind mengajarkan bagaimana menciptakan monopoli yang alamiah dan legal sehingga para pengusaha mendapatkan profit yang berlipat-lipat. Bagaimana kiatnya? Milind akan menuntun secara bertahap disertai contoh-contoh dari perusahaan-perusahaan top dunia. Jika Anda memang ingin mendapat laba yang ukurannya giga, pertama-tama bacalah buku ini! (Sukatna Panca M)